Terlambat

Terlambat

  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Angga itu nggak baik buat kamu Ra. Angga banyak musuh di luar sana belum lagi komplotan nakalnya dan klub-klub aneh yang diikutin. Alasan sekolah Milih Dia jadi anggota OSIS cuma supaya ada yang memberantas siswa nakal di sekolah. belum lagi--" ucapan Ravan terputus "JANGAN PERNAH KAMU JELEK JELEKIN NAMA KAK ANGGA DIDEPAN AKU" teriak Ara "Dan Apapun alasannya Aku nggak suka kamu deket sama Angga" "Kamu cuma sekedar sahabat, yang nggak berhak buat ngatur dan melarang aku!" "Aku begini demi kebaikan kamu Ra!" "Dan aku nggak butuh hal itu dari kamu!" Ucap Ara, sambil memutar badannya berniat pergi meninggalkan Ravan. tapi baru satu langkah Ara, Ravan memegang dan menahan tangan arah membuatnya kembali diposisi semula yaitu berhadapan dengan Ravan. "Nggak semua orang di dunia ini sayang tulus sama kamu Dan nggak semua orang yang mengucapkan Sayang benar-benar Dari Hati. Terkadang seseorang yang tidak pernah mengucapkan kata sayang memiliki rasa yang begitu besar." Ucap Ravan dan langsung meninggalkan Ara sendirian disana Tidak ada prolog dan epilog dalam cerita ini BACA DAN VOTE (◡‿◡✿)→
All Rights Reserved
#41
ara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inersia
  • My Cold Ketos
  • Married With Ketua OSIS [COMPLETED]
  • My Illegal Boyfriend
  • INSTABLE - (Ta) [Completed]
  • Filantropi [SELESAI]
  • KETOS (SUDAH DITERBITKAN)
  • 4A
  • Be my Sweet Darling  [END]
Inersia

Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja! Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja. Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung. "Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines