We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lacuna [END]

Lacuna [END]

  • WpView
    Reads 6,214
  • WpVote
    Votes 298
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 9, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Lacuna (n). A blank space, a missing part. Maretha hanya seorang gadis dingin dengan sejumlah trauma. Pindah sekolah dan bertemu dengan banyak orang baru menjadi berita cukup buruk baginya. Terlebih lagi harus kecelakaan kecil saat hari kedua pergi ke sekolah. Rasanya ingin hilang saja dari bumi. Tapi siapa sangka hidupnya bisa berubah 180° di sekolah barunya. Terlebih lagi saat mengenal Lucas, si pria yang ternyata menabraknya tempo hari. Hidupnya sebenarnya tak jadi lebih baik, tapi tak lebih jadi buruk. Hanya berubah saja. Well, akankah Maretha bertahan untuk semua yang dia punya? Ataukah berubah sebagaimana seharusnya? "Bareng gue aja." Tawar pria itu sambil menatap serius ke arah Maretha. "Bareng apanya?" Tanya Maretha dengan polos. "Ya pulang lah." Jawabnya yang agak gemas dengan pertanyaan Maretha. Mendengar itu Maretha lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Gue pulangnya sendirian aja. Gak mau ngerepotin elo." Jawab Maretha dengan agak tak enak hati. "Enggak. Pokoknya harus bareng gue." Pria itu membantah sambil memasang tampang garang yang menurut Maretha terlihat aneh. "Ga-" "Gak boleh ngebantah. Bareng gue. Ayo."
All Rights Reserved
#6
lacuna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • EXCHANGE
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • Airka: My Queen Bullying
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Jodohku
  • CLOSER
  • Arsyilazka

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines