Story cover for Rasa by AnissaCahya13
Rasa
  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado jun 08, 2019
Tentang "Rasa". Setiap kata tak mampu mewakili sebuah Rasa karena kata dapat menipu rasa. Rasa hadir tanpa disengaja dan setiap rasa tak bisa datang secara paksa. 

"Ini memang salah. Maaf seharusnya rasa ini tak pernah ada." - Isvara Indhira

"Maaf, aku terlambat. Untuk sekian kalinya, penyesalan datang dengan hebat." - Arya Mahesa

"Tak perlu maaf. Kembali bangkitkan rasa yang yang seharusnya ada. Itu sudah cukup dari sekedar kata maaf." - Yugo
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Rasa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
AURORA cover
ADEUS  cover
Because I'm Stupid (End) cover
Segitiga Cinta [Finish] cover
LDR cover
God's Surprise ( Slow Update ) cover
Terima kasih Ravindra cover
Soft After Storm  cover
AKU HANYA UNTUK NAURA cover
Dialah Cia-ku cover

AURORA

12 partes Concluida

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.