The Revenge : X

The Revenge : X

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 16, 2019
--- -- - Cerita ini berlatar pada era "Futuristis" di abad 31(tahun 3100). Kota dengan nuansa metropolitan ini dipenuhi dengan gedung pencakar langit sejauh mata memandang. - -- --- Setiap individu tidak mempunyai kebebasan dalam menyampaikan pendapat atau mengekspresikan yang ada di benaknya ke dalam dunia ini. Oleh karena itu, DUNIA INI... HANYALAH PERMAINAN SAMPAH ..........Prolog Di duniaku, sebagian orang mempunyai "KEMAMPUAN KHUSUS" yang biasa kita sebut dengan "FURY". Jika diantara kalian ada yang bisa menembus tembok atau bisa berbicara dengan hewan maka, kalian masuk kedalam kategori seseorang yang mempunyai " Fury". Oleh karena itu, muncullah sebuah kesenjangan sosial antara "Para Polisi militer(HERO) dengan para Kriminal(The X)." Asal kalian tau, Disini HUKUM RIMBA berlaku. Yang mana, jika kalian tergolong ras yang lemah maka kalian akan dibantai sedangkan jika kalian tergolong ras yang kuat maka kalian akan dijunjung tinggi. ...........Jalan Cerita Kisah ini dimulai ketika aku mempunyai kemampuan "Re-Life"(memutar balikan waktu selang 5 detik sebelum kematianku) dan aku masuk kedalam konflik antara HERO dengan The X. Aku harus mencari cara agar keluar dari masalah ini. Karena setiap detiknya, nyawaku terasa diambang batas. Tapi disamping itu, aku juga harus mengungkap misteri dan sebuah kejanggalan yang menyelimuti kehidupanku. Aku menganggap kemampuan "Re-Life" Ku ini bukanlah sebuah "Fury". Melainkan sebuah kutukan yang diberikan secara khusus terhadapku dari Tuhan. Karena setiap tarikan nafas yang aku ambil Sampai saat ini. Seakan - akan harus aku bayar dengan masalah yang setiap detiknya aku alami - -- --- Saya sebagai penulis sebenarnya lebih mengharapkan Kritikan pedas dari anda semua seperti "Jalan ceritanya Ampas", " Alur gak jelas", "Pembawaan karakter MC kurang ngena" Dsb Sehingga saya bisa terbangun dan membawakan karya yang lebih baik lagi. Tapi jika saya memang pantas, PUJILAH SEDIKIT xD: v
All Rights Reserved
#13
fury
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • RAESHA (Revisi)
  • Night Start's [On Going]
  • The Special Class
  • Faith in You : The Seeker
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  •  Empathy (On-Going)
  • Jeritan Malam - ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan (SUDAH DITERBITKAN)

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines