Talia dan Erryl adalah sahabat dekat dari kecil.
Keduanya sering terkena bully-an dan caci maki mengenai fisik saat itu karena maraknya kejadian pembullyan. Mereka selalu saling melindungi satu sama lain tanpa menyadari perasaan mereka masing-masing. Sampai pada akhirnya mereka berpisah pada waktu yang cukup lama hingga salah satu dari mereka telah kembali hingga kehidupan SMA baru mereka telah dimulai secara bersamaan.
Dapatkah mereka saling menjaga jalinan 'persahabatan' mereka dan bertemu kembali?
Atau bahkan berbalik dari kenyataan?
"Kalau pangeran aja bisa ketemu putrinya karena takdir,berarti kamu adalah seseorang yang telah dikehendakkan untuk bersamaku."
-Natalia Serena
"Aku gak akan pernah ngelupain kamu hanya karena fisik yang ada pada kamu. Aku tulus dan setia menunggu karena aku yakin Ia takkan pernah memilih orang yang salah untuk aku."
-Daverryl Arfian
Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja!
Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja.
Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung.
"Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."