THE TROUBLEMAKERS

THE TROUBLEMAKERS

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 6, 2021
Cerita ini tentang 3 remaja yang sedang mencari pohon jati, maksud saya jati diri. Mereka terdiri dari Pongky alias Cuplek, Baron alias Gandak, dan Lukman alias Aboy. Mereka bertiga adalah remaja yang urak-urakan akan tetapi masih mempunyai mimpi.
All Rights Reserved
#149
troublemakers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • LUCY : The Biggest Diamond
  • Because I'm Askala (END)
  • Sebuah Prank
  • Aku Kamu Dan Pulang
  • 2 Dimensi
  • [ End ] F For Family (Season 2)
  • gua abang lo bukan ade lo
  • I won't change it!  [END/sudah Terbit]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines