MENTARI

MENTARI

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"kenapa kamu begitu suka mentari?" Tanya Agam penasaran. "karena mentari itu setia, dia selalu menyinari bumi tampa kenal lelah." ucapku menjelaskan. "Tapi bukanya ketika malam dia tidak ada! berarti mentari gak setia dong? karena dia pergi di malam hari." ucap Agam. "Dia itu bukan tidak setia tapi dia sedang ada dibelahan bumi lain, sedang menyinari tempat yang belum tersinari. Tapi dia juga akan pasti kembali lagi dari arah yang sama dengan sinar hangatnya." ucapku lagi menjelaskan. maaf jika ceritanya kurang nyambung karena ini cerita pertama saya 🙏.
All Rights Reserved
#116
mentari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentari Tanpa Sinar
  • BulBin (END)
  • seindah senja abadi
  • Alice & Adrian
  • Serupa Tapi Tak Sama
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Memories in Moon
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Epilog Tanpa Prolog

Aku hanya seorang mentari yang kehilangan sinarnya, aku hanya ingin diperhatikan dan diperdulikan sekali saja, tapi mengapa takdir seolah memusuhiku? -Mentari Carramel Kalian selalu berkata "Bentar ya, Mama mau bacain dongeng buat Bulan," "Bentar ya, Papa mau nemenin Bulan tidur," "Bentar ya dek, Abang mau beliin Bulan ice cream," "Bentar ya, Mama takut penyakit Bulan kambuh, Mama mau jagain Bulan dulu, kamu main sendiri dulu ya," AKU KAPANNN!!!!!! SELALU SAJA BULAN BULAN DAN BULAN!!!!! Tapi mengapa setelah aku terbiasa dengan semuanya kalian malah manis kepadaku? sepi adalah sahabatku yang paling setia -Mentari Carramel Dan ini juga tentang Gava yang berstatus sebagai pacar Mentari pun mencintai kembarannya itu. Yang selalu terucap adalah "kamu lihat itu Bulan, dia baik, lemah lembut, penyayang, enggak kasar. Seharusnya kamu contoh kembaran kamu itu Tar," Aku lelah dengan ini semua, kapan kebahagiaan berpihak padaku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines