Felicia> Januari With You
βHendra...
βseorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah.
βKulitnya legam, senyumnya pelan,
βhidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik.
β
βIa hanya ingin dagangannya laku...
βdan pulang tanpa luka yang terlalu dalam.
β
βHingga suatu hari,
βdatanglah seorang gadis seperti bidadari.
βFelicia.
β
βGadis cantik bermata sipit, keturunan kaya,
βberjalan pelan ke arahnya...
βlalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar.
β
βFelicia tidak takut, tidak jijik.
βIa menggenggam tangan Hendra...
βmenemani dagangannya, duduk di sisinya,
βdan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri.
β
βHari demi hari, Felicia menjadi cahaya.
βMembuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya...
βbahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti.
β
βTapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya.
β
βDulu, seorang kakek pernah berkata,
β"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu,
βseseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu...
βtapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu,
βbiasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja.
βUntuk membuatmu merasa dicintai,
βuntuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah.
βLalu setelah itu... dia akan pergi.
βBukan karena tak cinta...
βtapi karena Penciptanya memanggil pulang."
β
βBenarkah... Felicia akan pergi?
βApakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang?
βDan bila benar ia akan hilang...
βmampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? π
β.