POSSESSIVE

POSSESSIVE

  • WpView
    Reads 2,269
  • WpVote
    Votes 900
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
"Ngapain lo?!" tanya Alexa ketus saat melihat gadis cantik sudah berdiri dihadapannya, ralat didepan Galaksi, sahabatnya. Alena tersenyum ramah kepada Alexa lalu menatap Galaksi dengan senyuman mengembang "aku nyari Galaksi, pacar aku "jawabnya sambil meraih lengan Galaksi dan merengkuhnya Alexa langsung menatap Galaksi dengan tatapan antara kecewa dan marah, jadi ini maksud dari tindakan Galaksi yang menciumnya kemarin? Brengsek Galaksi hanya menatap sahabatnya dan kekasihnya secara bergantian lalu perlahan menarik Alexa mendekat dan memeluknya erat mengabaikan fakta bahwa seorang gadis masih memeluk erat lengan kirinya. Galaksi tau ini salah, tapi hatinya tak bisa berbohong. Bahwa ia juga jatuh hati pada gadis yang mendapat gelar sebagai sahabatnya ini. Dan Alena menatap gadis yang berada di dalam pelukan kekasihnya dengan tatapan tajam seolah ingin melenyapkan gadis itu sekarang juga. .
All Rights Reserved
#655
boy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Depth Behind The Look (On Going)
  • Perbedaan Yang Indah
  • About Nala [Selesai]
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • Hanya Nara
  • ARGLADIS
  • 11.11 (Sebelas kembar) [End]
  • Langit Malam Bersamamu

Di balik senyum tipis dan tatapan datarnya, tersembunyi badai emosi yang bergejolak dalam diri Galena Marietta. Gadis ini telah terlatih untuk memendam semua perasaannya, entah itu rasa sedih, kecewa, marah, ataupun bahagia. Sejak kecil, Galena diajarkan untuk tidak merepotkan orang lain dengan emosinya, untuk selalu terlihat kuat dan tegar. Akibatnya, Galena menjadi seorang penampung emosi. Dia menelan semua rasa sakit dan kekecewaan sendirian, tanpa membaginya dengan orang lain. Beban ini semakin lama semakin berat, bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja. Dan ledakan itu pun datang, bukan pada dirinya sendiri, melainkan pada orang-orang di sekitarnya. Galena melampiaskan semua emosinya yang terpendam dengan cara yang tidak sehat. Dia menjadi mudah marah, tersinggung, dan bahkan kasar kepada orang-orang terdekatnya. Kata-kata pedas dan perlakuan dinginnya bagaikan cambuk yang menghujam hati. Galena tidak sadar bahwa perilakunya ini menyakiti orang lain. Tetapi di balik itu semua, Galena hanya ingin melepaskan semua beban yang telah lama menimpanya. Namun, caranya yang salah justru semakin memperparah keadaannya. Menjadi anak perempuan yang memendam semua emosi, tentunya bukan hal yang mudah. Butuh keberanian dan kekuatan untuk keluar dari lingkaran setan ini dan mencari bantuan. Dengan dukungan dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, Galena bisa belajar untuk menyembuhkan diri dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. Kira-kira, adakah orang yang berhasil membuat Galena merasakan dukungan dan kasih sayang tersebut?

More details
WpActionLinkContent Guidelines