Story cover for WE PLAY by MSGIGAPS
WE PLAY
  • WpView
    Reads 26,194
  • WpVote
    Votes 1,341
  • WpPart
    Parts 42
  • WpView
    Reads 26,194
  • WpVote
    Votes 1,341
  • WpPart
    Parts 42
Ongoing, First published Jun 09, 2019
Mature
Setelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. 

 Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga?

 Apakah musuhnya akan tetap menghantui Adham dan Anna beserta keluarga?

  Cerita ini adalah sekuel kedua dari Let's play, disini menyajukan petualangan anak anak Adham dalam mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui.
All Rights Reserved
Sign up to add WE PLAY to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Prenuptial Agreement cover
Never Ends cover
TAKDIR TERBAIK (TERBIT)  cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
My Young Wife cover
A R S E A N A cover
Cho Twins cover
Aseano Samudra [End] cover
But I'm also tired cover

Prenuptial Agreement

36 parts Complete

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.