Story cover for WE PLAY by MSGIGAPS
WE PLAY
  • WpView
    Reads 26,194
  • WpVote
    Votes 1,341
  • WpPart
    Parts 42
  • WpView
    Reads 26,194
  • WpVote
    Votes 1,341
  • WpPart
    Parts 42
Ongoing, First published Jun 09, 2019
Mature
Setelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. 

 Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga?

 Apakah musuhnya akan tetap menghantui Adham dan Anna beserta keluarga?

  Cerita ini adalah sekuel kedua dari Let's play, disini menyajukan petualangan anak anak Adham dalam mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui.
All Rights Reserved
Sign up to add WE PLAY to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
TAKDIR TERBAIK (TERBIT)  cover
A R S E A N A cover
Bunda, ini arahnya kemana? (muthe story)  [TAMAT]✓ cover
Aseano Samudra [End] cover
TOUCHED (End) cover
Sebuah Prank cover
My Young Wife cover
Cho Twins cover
Never Ends cover
Prenuptial Agreement cover

TAKDIR TERBAIK (TERBIT)

45 parts Complete

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."