Slice of Marriage Life

Slice of Marriage Life

  • WpView
    Reads 3,107
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2019
Menikah itu menyenangkan, katanya. Faktanya, menikah itu sangat-amat menyenangkan, sekaligus menyedihkan. Dia yang membimbing, menyenangkan, menyemangati, menjaga, menghargai, melindungi, dan semuanya sesuai porsi. Aku juga akan selalu mencintai, sesuai porsi. Sesuai judulnya, cerita ini akan bercerita tentang kepingan kecil momen kebahagiaan, kesedihan, kebersamaan, kekecewaan, kekompakan, kelucuan dan segala rasa dalam ikatan dua orang bernama pernikahan. Untuk kalian yang belum menikah, agar tahu bahwa pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan. Untuk kalian yang baru menikah, agar tersenyum sendiri dan berkata, "ah, iya bener banget." Atau berkata, "ah, momen ini boleh juga dijadikan referensi." Hahaha Untuk kalian yang sudah lama menikah, agar bernostalgia jaman pengantin baru dulu, mungkin sambil me-review kebiasaan apa saja yang masih bertahan sampai sekarang. Dibuat 5 Syawal 1440 H. One hundred percent happened in my mind.
All Rights Reserved
#221
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet RomanShit
  • All My Heart [the END]
  • He Is My Husband (Selesai season 01)
  • Between Falling And love
  • Family Time(lessly)
  • Cool Doctor And Cute Girl [TAMAT]
  • Cinta Luar Biasa (End)
  • Dua Kita - Romance Novel [SUDAH TERBIT - SHINNA MEDIA]
  • Arista ( Tamat )
  • The Honeymoon Is Over [FIN]

(Romantic - Comedy) Karena perjodohan yang dilakukan oleh sang ayah, Briana Aulia Wiratmaja jadi membenci Athala Kavi Gautama yang menjadi suaminya selama hampir dua tahun terakhir. Bri, begitulah perempuan itu biasa dipanggil, merasa hidupnya begitu nelangsa karena harus berpisah dengan sang kekasih tercinta akibat pernikahan mereka. Berkali-kali Bri meminta Athala untuk menceraikannya, tetapi berkali-kali pula Athala menolak dengan alasan janji kepada sang ayah dan mereka belum memiliki keturunan. Maka dengan segala kekesalan dan kebencian yang meluap, Bri akhirnya bertekad membuat onar, sengaja melakukan hal-hal yang Athala benci. Berharap laki-laki itu muak dan kemudian menceraikannya. Namun, Bri sadar bahwa ekspektasinya ternyata sia-sia. Athala masih tetap keukeuh pada prinsipnya tidak akan bercerai sebelum mereka punya anak. "Kalau kamu mau cerai, kamu harus berikan saya seorang keturunan dulu, baru saya kabulkan permintaan kamu." "Kamu udah gila? Mana mungkin aku mau punya anak dari kamu! Aku benci kamu dan kamu juga nggak cinta sama aku!" "Kalau begitu jangan mimpi kamu mau bercerai." "Kenapa kamu masih aja mau bertahan di pernikahan nggak sehat ini? Kamu beneran udah sakit jiwa!" "Karena ini satu-satunya cara saya untuk balas dendam sama kamu, istriku." -------------------------------------------- Warning!!! 🔞 Story with mature content, harsh words, skinship, high level of romance and adult, problematic character, mental illness, family issues (21+) copyright @poetryalexandria First publish May 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines