Doctor Ryan - Boston Series 4

Doctor Ryan - Boston Series 4

  • WpView
    Reads 119,067
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 16, 2022
Cerita dewasa 21+, mohon bijak. BOSTON SERIES #4 Apa yang akan Mia lakukan saat dirinya terbangun dari tidur panjang dan mendapati wajah cantiknya tidak sama lagi? Saat itulah kejadiannya, sebuah tangan menjambak rambut gelap Mia dari belakang, satu tangan lagi memutir lengannya ke punggung, badan Mia dipiting dalam kegelapan. Rasa mencekam membelitnya sementara napasnya tersengal-sengal, mencakar-cakar kulit seseorang, menggunakan tangannya yang bebas untuk menggapai tangan yang Mia rasakan besar dan kuat. Mia terperangkap. Entah di mana persisnya atau bagaimana prosesnya, tapi gambaran kasarnya Mia tahu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desire behind Closed Eyes
  • Limerence
  • Broken Butterfly
  • MY  Hot Bodyguard (PROSES REVISI)
  • DIVERSION (The Sexy Bodyguard) 🔞
  • My Secretary   [END]
  • The Billionaire Prison
  • HIDDEN PASSION

⚠Novel Dewasa 🔞⚠ 🅦🅐🅡🅝🅘🅝🅖 🔞 Baxter tidak habis pikir, bagaimana bisa ada gadis buta di lelang wanita malamnya? Apa anak buahnya sudah gila? Siapa sih, yang tidak tahu kalau Baxter benci kekurangan? Namun, kenapa alih-alih murka seperti biasanya Baxter malah tertarik? Gadis itu mampu membuat Baxter Calvert sang malaikat maut tersenyum miring, sepertinya ... menjadikan gadis penuh kekurangan itu sebagai mainan akan sangat menyenangkan. Lihat saja dia, namanya Keana, di bawah cahaya dia bagai malaikat dengan wajah cantik dan rambut pirangnya yang semakin bersinar. Wow, mainan hidup yang sangat epik, sepertinya akan seru! Baxter berkata, "Kalau mata harus dibayar mata, kenapa semua manusia tidak buta? Kau hanya perlu menghangatkan ranjangku untuk membayar semuanya, bukankah kau beruntung?" Keana balas, "Kalau memang mata tidak harus dibayar mata, berarti tidak salah bukan, jika kubalas semua rasa sakit yang kau berikan dengan cinta? Kau lebih beruntung kalau begitu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines