HAPPY ENDING

HAPPY ENDING

  • WpView
    Reads 1,093
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 21, 2021
Semua orang berharap kisah cerita kehidupan nya akan berakhir bahagia. Begitu juga dengan diriku, yang dari awal berjumpa dengan dirinya hanya berpikir kisah kami akan berakhir bahagia Aku tidak menduga semua yang diharapkan pupus begitu saja. Aku sedih. Tapi tetap aku menikmati setiap proses nya. Dan aku pada akhirnya bertemu dia bukan sebagai pengganti dirimu tapi sebagai laki-laki yang dengan sabar nya menjadi obat untuk segala kesedihan ku. "Aku bersedia menjadi sahabat kamu, tempat kamu bercerita tentang apa pun itu. Aku siap jadi obat utk segala kesedihan kamu pada masa lampau. Tapi aku cuman minta satu, jadikan ku sebagai tempat bersandar kamu yang terakhir" Dia berkata dengan tulus nya Sosok masa depan yang ku tunggu setelah banyak sad story yang ku alami dan berakhir menjadi happy ending.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • My Boss Is OverHormone🔞 (VKook END)
  • someone like you
  • PAPA BARU UNTUK MAMA ( END ) VKOOK - TAEKOOK
  • neighbor 🔞
  • TAK BERSAMBUT
  • My Couple is Stuck in The Past
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • RANNA
  • OBSESSION || MIN YOONGI 21+++
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines