My Princess Mine

My Princess Mine

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2019
"Hujan udah reda, mungkin karena mulut lo yang pedas plus panas makanya hujannya berhenti," sindir Jeno seraya bangkit dari tempat duduknya. Di ikuti oleh Zata yang juga ikut berdiri seraya menatap langit. "Mulut lo tuh, yang nyinyir bisanya cuma nyindir doang, udah kayak anak alay kehabisan stok status aja." Berawal dari pertemuan Jeno dan Zata di depan halte sekolah dengan keadaan hujan. Rupanya mengundang rasa penasaran Jeno lantaran Zata yang sepertinya tidak sedikitpun tertarik dengan kehadiran Jeno. Padahal, Jeno merupakan ketua tim basket SMA Darma yang namanya sangatlah populer di kalangan murid-murid cewek bahkan guru. Hingga Jeno memulai topik pembicaraan utama namun malah berakhir pedas bagi keduanya karena perdebatan masalah hal kecil. 'Orang pertama yang berhasil membuatku penasaran, adalah kamu.' -Jeno Libraka-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Teacher Pet's : Brothership
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)
  • ALTERIO
  • Sudut pandang (felisha)
  • Imaginary Boyfriend
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • MFS ✓

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines