We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PROMISE

PROMISE

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Haiii...kenalin gue kalea ocena biru panggil aja kal Lu tau kan memendam perasaan sama sahabat itu tidak lah mudah.Tapi gue bisa menakhluk kan nyaa. Gueee suka sama sahabat gue sendiri dari kelas 1 smp dan guee udah naik kelas 3 smaa banyangkann ajaa tuh gimanaa..... Tau nggakk sangking gue cinta sama sahabat gueee,guee ngga adaa mantan satu punn gilak ngga tuu Tiba tibaa adaa cowok yg datanng di kehidupan gue dan dia bisa bisa nya dia masuk kedalam hidup guee. Suatu ketika sahabat gue berubah 180°. Kenzi selalu buat gue kecewa dengan kata kata janji palsu ny itu "LU KALAU NGGA BISA NEPATIN JANJI NGGA USAH BUAT JANJI DASAR BANGSAT!! "amarah kalea.
All Rights Reserved
#417
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • My Friend and My Bestfriend
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Key...
  • Just Friend
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • erreur
  • Yang Dicari
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • Tentang Dirimu yang hilang

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines