seventeen melody

seventeen melody

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 11, 2019
"Kisah hidup itu seperti melody. Ada saatnya berada di titik tertinggi, namun ada pula saatnya berada di titik terendah." Itulah sudut pandang mengenai melody menurut seorang gadis remaja dengan tanggannya yang terus menggapai mimpi bersama keterbatasannya. Tak ada yang tak mungkin. Semua hanya bisa digapai bersama keluh kesah. Bahkan dengan sebuah keluh kesah Renatta dipertemukan dengan pemanis kisahnya. Dengan keluh kesah juga Renatta dipertemukan dengan pahit dari kisahnya. Namun pemanisnya tak akan semudah itu membiarkan gadisnya menyelam dalam pahitnya kisah kehidupan. Pemanis itu akan membuat Renatta terus berdiri dengan melody tinggi, setinggi mungkin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#554
cintasegitiga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dalam Diam(End)
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • Jika Tak Pernah Merasa Baik Baik Saja
  • Hope Was My Mistake
  • SEMESTA
  • The Secret of Love
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • H-30 (Freenbecky)

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan