PUISIKU

PUISIKU

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 10, 2021
Puisi adalah salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan perasaan dan pemikiran , dengan menulis puisi kita di tuntut untuk kreatif dalam memanipulasi kata dan kalimat agar menjadi sebuah tulisan yang mempunyai pesan dan makna , baik untuk diri sendiri maupun orang lain Di bawah ini adalah puisi yang saya tulis di kala senggang untuk mengisi waktu , jadi mohon maaf apabila pemilihan kata , diksi dan cara penulisannya terkesan alakadarnya , karena maksud dari penulis hanya ingin berbagi pemikiran dan perasaan yang penulis rasakan SILAKHKAN DI VOTE , KOMEN ATAU KRITIK SEBAGAI MASUKAN BAGI PENULIS , TERIMA KASIH 🙏 Penulis : Jejen Jamaludin Sosmed : @jejenjml
All Rights Reserved
#555
kamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • Sampai Sini [End]
  • harapan yang pupus
  • Segala Tentangmu ❝
  • Seutas Gelabah
  • TENTANG RASA
  • GILANG
  • Remah Rasa sang Penyair Galau
  • Aksara Tak Bertuan

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines