NAUSY
  • WpView
    Reads 36,350
  • WpVote
    Votes 1,892
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 13, 2020
Sungguh cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan. Kau seperti tidak pernah memperdulikan kehadiranku. Aku terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, mungkin aku masih bisa menunggu kehadiran cintamu. Tapi jika aku telah lelah, mungkin itu saatnya aku sudah menyerah dan berusaha melupakanmu untuk selamanya. Aku mungkin teteskan air mata, tapi itu agar hatiku tak terus terluka. -Syifa Annastasia Seorang laki-laki yang baik itu tidak mungkin tega melihat wanita menangis apalagi membuat setetes air mata jatuh karenanya. Aku telah membuatmu merasa lelah, kau terus berjuang untuk mendapatkan cintaku dan aku selalu mengacuhkan kehadiranmu. Aku membuat hidupmu penuh air mata. Aku ingin mengungkapkan perasaanku yang sama denganmu, tapi mengapa sulit untuk diungkapkan? -Naufal Dio Harison
All Rights Reserved
#756
syifa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Arsyilazka
  • RANNA
  • Still With You
  • Aerilyn
  • Neyralgis||On Going
  • DeaSea
  • My Friend Is My Strength
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines