Play With Your Love

Play With Your Love

  • WpView
    Reads 615
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 10, 2021
Pipi bukanlah gadis yang baik, bahkan tak lebih baik dari saingannya - Nancy - ia ibarat kebalikannya. Ia tak bisa lepas dari kebohongan, dan rasa bersalah - selalu menganggap dirinya tak pantas untuk siapapun. Hingga yang bisa ia lakukan hanyalah menjauh dari orang-orang yang menaruh perasaan kepadanya. Bahkan kepada sahabatnya sendiri ia pun berbohong. Terlihat seperti menuruti perintah sahabatnya, menjauhi lawan jenisnya. Padahal ia dekat dengan yang namanya cowok, bahkan sebelum Lusi melarangnya. Ia juga memiliki sahabat cowok, dan tak mungkin ia menjauhi sahabatnya... Bukan? "Bukan karena Lucas, Sam ataupun cowok yang suka sama gue enggak pantes buat gue, tapi gue yang gak pantes buat siapapun. Mereka terlalu baik buat gue, sampe gue gak baik buat mereka" -Roseta Silviana- ©Copyright 2021 by Saptaeni RS
All Rights Reserved
#63
sam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Letters [END]
  • Just Friend
  • Struggle✔
  • ARGA [Completed]
  • Ares✔ [Proses Revisi]
  • Strong Girl Michella (END)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Fake Smile [End]
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • AgniaDiary's

Katanya, Khaezar Haga Archello itu tidak pernah tertarik dengan wanita. Jadi, Jinaya merasa aman meskipun harus berada satu ruangan yang sama setiap harinya dengan Khaezar. Sosoknya yang dingin, irit bicara, misterius dan jarang berinteraksi dengan wanita semakin memperkuat keyakinan Jinaya kalau sepertinya Khaezar itu, Gay! Tapi kenyataan berhasil menghantam Jinaya. Khaezar jauh lebih berbahaya daripada buaya di kampusnya! Khaezar jauh lebih sinting dari yang ia duga! Dengan entengnya Khaezar berkata, "Gue punya kupon free kisses and cuddle- unlimited, khusus buat lo. Kamar kita sebelahan, kalau mau tinggal panggil aja." Jinaya tidak peduli jika ia menjadi gila saat itu juga, Jinaya jauh lebih khawatir kalau jantungnya akan menggila dan berakhir ia jatuh cinta. **** "Tenang aja, dia gak tertarik sama cewe, lo pasti aman kalo separtemen sama dia, Jinaya." "AMAN MBAH MU! Baru sehari udah ketar ketir gue ini!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines