ATAS NAMA TAKDIR

ATAS NAMA TAKDIR

  • WpView
    Reads 454
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 22, 2019
"Kesunyian rimbun mengatapi tanah kalbu Meneduhi kedalamannya yang menginginkan teriak Membungkam, Membekuk, Menangkap, Tiada kata perlawanan meledak Kecuali terbatuk aku tidak membuka bibir samasekali.. Aku hanya menuruti perkataan kalian Apakah aku durhaka bila meminta bahagia? Yanda, Bunda, Cinta yang datang tanpa sepatah sapa sebagai aksara Tanpa tawar-menawar Telah kalian berikan kepadaku selaku hibah untuk anak berbakti Apakah aku durhaka bila tak mahu menyambuti? Jika saja dulu sewaktu kecil Ku diajari membantah!" Zaradeena Avanti, seorang gadis cantik dan cerdas yang bercita-cita menjadi seorang perawat harus memupus impiannya karena sebuah perjodohan yang telah direncanakan sang Ayah bahkan sebelum dia lulus dari Sekolah Menengah Atas. Pada awalnya dia menolak perjodohan tersebut akantetapi pada akhirnya dia menerimanya karena 90 hari setelah perjodohan itu Ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis, membuatnya berfikir bahwa perjodohan itu adalah satu-satunya permintaan terakhir sang Ayah yang harus dia turuti sebagai anak berbakti. Tahun berlalu, Avanti mulai menerima Hamdan, suaminya. Mereka hidup bahagia selayaknya suami istri walaupun belum dikaruniakan keturunan. Sampai suatu ketika Avanti dihadapkan pada posisi sulit dimana tiba-tiba dia dipertemukan kembali dengan Langit, kekasihnya semasa SMA yang dulu dia tinggalkan tanpa sepatah kata pisah. Diapun harus mengetahui betapa Langit masih bertahan sendiri dalam kurun waktu 8 tahun, seribu keyakinan, hanya untuk menantinya. Cinta teramat dalam yang dulu dibunuhnya dengan sekuat tenaga tiba-tiba bangkit dengan debaran yang sama. Lalu akankah Avanti memilih bertahan dengan mahligainya atau lebih memilih pergi dengan cinta lamanya?.
All Rights Reserved
#5
wina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All About You [END]
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • Don't Talk About Money
  • F A K E ? [End]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • VIOLAND [TERBIT]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • ANGELILKA (END)
  • The Last Birthday With You

Hidup dengan bergelimang harta tak selamanya membuat seseorang bahagia. Itulah yang dirasakan oleh Andra Bharata. Terlahir dari keluarga kaya tak lantas membuat pemuda berusia 18 tahun itu bahagia. Ayah dan ibunya bercerai saat ia masih kecil. Permasalahan keluarga Bharata yang cukup pelik membuat hubungan Andra dan sang ayah, Arga Bharata, seperti orang asing. Setelah kedua orang tuanya bercerai, Andra tinggal bersama kakek dan neneknya. Ketika Andra duduk di bangku SMP, sang nenek meninggal. Lalu, disusul sang kakek yang meninggal saat Andra hendak naik ke kelas 12 SMA. Sang ayah yang kini telah memiliki keluarga baru, tak bisa mengajak Andra tinggal bersama. Oleh sebab itu, Andra tinggal seorang diri di sebuah apartemen mewah milik mendiang sang kakek. Keadaan tersebut membuat Andra merasa hidup sebagai yatim piatu sekalipun kedua orang tuanya masih hidup. Berbeda dengan Andra. Windy Aryani adalah seorang gadis yang cantik dan cerdas. Berkat kecerdasannya, Windy masuk jajaran murid terbaik SMA Adhyaksa yang merupakan sekolah elite dan unggulan. Gadis berambut sebahu itu berasal dari keluarga sederhana yang harmonis. Sejak kecil, Windy hidup dengan berlimpah kasih sayang. Terlahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, Windy bertekad untuk menjadi sukses demi membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya. Oleh karenanya, gadis itu belajar keras agar bisa menggapai cita-cita dan mengangkat derajat orang tuanya. Windy dan Andra menjadi teman satu kelompok untuk menaikkan nilai rata-rata kelas yang tidak seimbang. Banyak menghabiskan waktu belajar bersama, Andra dan Windy perlahan jadi dekat dan mulai memahami keadaan satu sama lain. Kehidupan keduanya yang sangat berbeda menjadikan mereka belajar, bahwa hidup ini tak bisa sepenuhnya dinilai dari materi. Kadang, seseorang yang hidupnya tampak bahagia, belum tentu benar-benar bahagia. Begitu juga sebaliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines