Said Redeka

Said Redeka

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2020
Gadis yang selalu mendapat kasih sayang penuh dari keluarga nya.Seperti permata yang selalu di jaga.Mempunyai sahabat-sahabat yang baik padanya. Namanya Redeka Eldora gadis yang mempunyai seribu alasan untuk tersenyum dan membuat orang tersenyum. "Permainan ini sudah selesai,rencana mu berhasil seakan semesta serta merta ikut berperan".Redeka Eldora "Ucapkan sekali lagi Redeka!!".Ucap seseorang menggema di seluruh ruangan. Gadis teka-teki dengan laki-laki pembohong kembali disatukan oleh takdir.Saat mereka dipermainkan oleh permainan sendiri. Ketika mereka harus bertahan disaat semua nya sudah hancur atau pergi dengan kepingan masalah yang belum selesai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Inside You
  • THE CLIMB [Completed]
  • GASLIGHTING
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Liberosis
  • Amor Almira
  • BROKEN HEART [END]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines