Story cover for Semesta by FxWijaya
Semesta
  • WpView
    LECTURAS 676
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 676
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado jun 11, 2019
Huruf membentuk rangkaian kata...
Kata menjalin sepenggal kalimat...
Kalimat disusun perlahan menghasilkan puisi...
Bebas dan tidak bercela...

Kutanya...
Seberapa luas samudera dunia...
Untuk terus engkau jelajahi?
Seberapa pekat aksara semesta...
Untuk engkau merangkai puisi?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Semesta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#7indonesianpoetry
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Lembut Seperti Doa de FarelArizto
53 partes Concluida Contenido adulto
> "Ini bukan tentang cinta yang penuh drama, tapi tentang tenangnya mencintai seorang perempuan yang membuat dunia serasa melambat, setiap kali ia tersenyum. Tentang lelaki biasa, yang jatuh hati bukan karena ingin memiliki, tapi karena ingin menjaga cara Tuhan menciptakan kelembutan." > Dalam buku ini, kamu akan diajak masuk ke hati yang sedang mencintai, tidak dengan gegap gempita, tapi dengan rasa yang diam-diam tumbuh, mengakar dalam, dan tidak pernah ingin pergi. > Ini kisah tentang mencintai seorang wanita yang begitu cantik dan lemah lembut- hingga dunia terasa lebih indah hanya karena ia ada. --- --- Quotes Pembuka "Cinta bukan hanya soal memiliki, tetapi tentang mendoakan dalam diam, menjaga dalam jauh, dan mencintai dalam segala bentuk keheningan." --- Dedikasi Untuk perempuan yang kusebut dalam setiap doaku, yang membuat malamku bersinar lebih lembut, dan hidupku terasa lebih utuh --- Ucapan Terima Kasih Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan, yang menghadirkan cinta seindah ini ke dalam hidupku. Untuk perempuan yang menjadi alasan mengapa setiap kata lahir dari ketulusan: kau adalah hujan paling syahdu yang pernah aku doakan. Terima kasih juga untuk diriku sendiri, yang mau tetap percaya pada kekuatan cinta, bahkan di saat dunia terasa sunyi. Untuk kamu yang membaca buku ini - semoga hatimu merasakan hangatnya cinta yang tak harus sempurna untuk disebut abadi. --- Tentang Penulis seorang penulis yang percaya bahwa kata-kata bisa menjadi rumah bagi perasaan yang paling sunyi. Melalui setiap huruf dan kalimat, ia mencoba mengabadikan rasa rindu, bahagia, dan harapan yang seringkali sulit diucapkan. "Lembut Seperti Doa" adalah karya yang lahir dari perjalanan hatinya - sebuah surat cinta untuk seseorang yang ia kagumi dengan segenap jiwa. ---
Aksara Tak Bertuan  de cahayakamila24
25 partes Concluida
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Indonesian Poetry cover
Bait-Bait Semesta cover
Lembut Seperti Doa cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
Rajutan Kalimat Rindu cover
Aksara Tak Bertuan  cover
Andai bisa cover
Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️] cover
Segala Tentangmu ❝ cover
Diksi Dalam Sepi cover

Indonesian Poetry

87 partes Concluida

Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku. . Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya. . Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊. . Happy and enjoy!