Rainbow Reason

Rainbow Reason

  • WpView
    Membaca 234
  • WpVote
    Vote 26
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 2, 2019
Sosok itu kembali lagi. Mengingatkan ku pada sebuah masa yang menyakitkan , sebuah perjuangan dan harapan yang terpaksa harus dihentikan. Hai apa kabar ? aku tidak baik baik saja Karena rasa sakit yang terus mengerogoti jauh kedalam hati. Terlebih sekarang sosok itu hadir dihadapanku dengan senyum masam seolah ingin mengatakan sesuatu namun ia tahan. Aku pun begitu berusaha tersenyum walau hati sebenarnya ingin berbicara banyak hal, ingin menangis di pundakmu dan mengatakan terlalu berat jika aku melewati ini semua sendiri. September dan sekarang hujan dingin merangkul seluruh tubuh mengisyaratkan hati yang beku dan enggan berterus terang... Kisah yang mengharukan dan akan selalu mengingatkan kita pada sesosok kenangan di masalalu. Akan kah sosok itu kembali memberi tawa dan bahagia? Atau malah menanamkan lebih banyak luka dan tangis?. Selamat membaca teman teman salam sayang untuk kalian semua , semoga cerita kali ini akan berjalan dengan lancar dalam penulisanya agar kalian selalu bisa mendapatkan kelanjutan cerita dengan tepat waktu :D.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#51
andai
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Significant Other | MewGulf Story
  • Lovakarta
  • Twoside LOVE [√]
  • ANGKASA
  • Happiness At The End Of The Story (END)
  • TERNYATA! ✓[COMPLETED]
  • 18
  • Paket dari Tuhan
  • Laskar Jingga
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)

"CIUM! CIUM! CIUM!" Mew memelototi Gulf yang kini berdiri tepat di hadapannya, mengancamnya agar tak maju satu langkah pun. "CIUM! CIUM! CIUM!" Teriakan orang-orang semakin keras. "Gulf! Jangan mendekat! Awas saja kau!" ancam Mew masih dengan tatapan tajamnya. Gulf tersenyum getir ke arah orang-orang di bar itu yang tidak lain tidak bukan adalah teman satu kantornya. "Kau pikir aku mau menciummu? Ini semua karena kau yang tak mengerti cara bermainnya sehingga kita jadi kalah, dasar payah!" timpal Gulf kesal. "Kau juga tadi ketahuan kan! Dasar payah!" lawan Mew tak kalah kesal. "AYO CIUM! JANGAN CURANG! INI HANYA PERMAINAN!" teriak Run. "Kau dengar, ini hanya permainan. Ayolah, Mew! Aku tak suka terus-menerus jadi tontonan seperti ini," ujar Gulf seraya mendelik malas. Mew menatap Gulf ragu. "Gulf kita pasti akan jadi ejekan satu kantor, aku tak suka jadi bahan pembicaraan orang!" kata Mew bersikukuh menolak. "Ck! Biar saja! Ini hanya permainan! PER-MA-IN-AN!" Cup! Bibir kedua insan itu bersentuhan untuk beberapa detik. "AAWWWWW!!" Teriakan semua orang dalam bar seketika memenuhi ruangan mengalahkan suara dentuman musik yang keras. Mew menatap Gulf sinis seraya mengelap bibirnya. Gulf mengedikkan bahu tak peduli. . . NO KISS BETWEEN FRIENDS. Saat kau mencium temanmu, detik itu pula kalian bukan teman lagi. . . Cerita perjalanan Mew dan Gulf yang saling menemukan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan