Between
  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 26, 2019
Pernahkah kamu membayangkan jika kamu berada pada titik dimana kamu mencintai seseorang namun kamu terikat pada persahabatan yang tidak mungkin kamu khianati hanya demi rasa sayang. Dan pada akhirnya kamu hanya bisa untuk diam, dan membungkam perasaanmu itu, meski sulit sekali untuk berpura pura tidak peduli dan baik baik saja melihat dia bahagia dengan orang yang sangat ia cintai. Kamu memang tidak ingin mencintainya lebih lama lagi namun karena perlakuan dia yang menurutmu "berbeda" membuatmu masih ingin menunggu keajaiban dari Tuhan, bahwa suatu saat nanti Tuhan akan mengubah jalur takdirmu itu. lalu hal apa yang mungkin kamu lakukan sekarang? mengalah? merelakan? atau mungkin masih tetap bertahan dengan secerca harapan yang kau gantungkan pada Tuhan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA KU SENJA MU
  • Love Will Find The Way (COMPLETED)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love Me Like You
  • Kita Dan Takdir
  • Tak Sengaja Jodoh
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Rintik Terakhir
  • 3 RASA
  • BAYANG DI ANTARA KITA

Persahabatan adalah kunci pertemanan yang baik. Tak jarang persahabatan yang akhirnya membawa pada perasaan yang lebih. Jingga dan langit bersahabat sejak kecil hingga remaja, disalah satu antara mereka menginginkan lebih dari sebuah sahabat. Tapi semua tak seperti yang diinginkan, semua berubah ketika ada orang lain yang datang diantara mereka. --------- Ketika satu jiwa menyapa dan bertemu dengan hati, maka rasa tak lagi dapat dipungkiri. Senja pun datang membawa kebahagiaan dan kesedihan, tak kala perasaan yang tumbuh dengan cinta harus dilapisi dengan kecewa dan air mata .. Semua semakin bewarna ketika dia bertemu pada pria yang membuatnya lupa atas segala yang dirasa, bernama awan. semakin hari semakin kurasa, ku tak bisa membohongi semua karena aku memang merasakannya. jika semua tak lagi bisa bersama seperti senja pada malam, lalu bagaimana mentari pada pagi? [Part by part]

More details
WpActionLinkContent Guidelines