Story cover for Mas, Ustadz by Ranita27_
Mas, Ustadz
  • WpView
    Membaca 117,364
  • WpVote
    Vote 7,050
  • WpPart
    Bab 18
  • WpView
    Membaca 117,364
  • WpVote
    Vote 7,050
  • WpPart
    Bab 18
Bersambung, Awal publikasi Jun 12, 2019
"Mas, kamu itu pangeran atau manusia sih? Kenapa aku begitu terpana saat pertama kali melihatmu? Kalau kamu manusia, kenapa sulit sekali aku raih?" Gumam seorang gadis dalam lamunanya ketika sedang mengikuti kajian kitab malam ini.

"Kamu ini ngomong apa Rania? Fokus sama al-qur'an kamu?" Ya, gadis itu adalah Rania. Rania Anastasya Putri. Yang sekarang sedang menutup mulutnya menyadari apa yang dikatakan.

"Bagaimana aku bisa fokus dengan al-qur'anku sedangkan wajahmu saja selalu bisa mengambil penuh atensi ku?" Tak ayal meminta maaf pada sang ustadz, Rania malah gencar merayu Ustadz Rizky membuat ustadz Rizky malu setengah mati. Apalagi mereka berdua menjadi pusat atensi peserta kajian.

"Astagfirullah, Ra. Jelas al-qur'an lebih mulia dan harus di utamakan dari pada wajahku!" Sentak Ustadz Rizky. 

Apa apan ini. Muridnya sendiri  merayu dirinya. Tak habis pikir, kenapa ada perempuan seberani itu. Urat malunya udah putus mungkin.
Atau memang sudah tak punya urat
 malu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Mas, Ustadz ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#86ustadz
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT] cover
Rafiq Aljinah [TELAH TERBIT] cover
Its Just A Matter Of Time cover
TAKDIR ALYA(Slow Up) cover
CINTA BEDA KASTA (RUDYMAN FF) (hiatus) cover
Because 51:49 cover
Keenan Al Farizy cover
Cinta Kafa (On Going) cover
Adam Ajari Aku Hijrah [TERBIT] cover

Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]

25 bab Lengkap

Zanira Aizha Najiha, seorang mahasiswi fakultas sastra Indonesia semester akhir, yang saat ini sedang disibukkan oleh tugas akhir yaitu skripsi. Pernah merasakan pahitnya cinta semu sehingga ia menutup pintu hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menerima cinta siapapun kecuali yang datang dengan kesungguhan dan niat yang jelas. Baginya, cinta bukan mainan, bukan sekadar kata yang manis di bibir. Namun, hidup punya cara sendiri untuk menguji janji. Tak lama sejak ia berjanji menutup pintu hatinya, seseorang datang di kehidupan Zanira. Sosok tegas, dingin tapi karismatik yang tak asing baginya. Zayyan Haaziq El-Hidayah. Ustadz muda yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren saat ia masih duduk di bangku putih abu-abu. Ustadz Zayyan dikenal sebagai sosok yang dingin dan tegas namun dikagumi para santriwati karena hafalannya juga suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat suci. Bahkan Zanira adalah salah satu dari santriwati yang dimaksud itu, sebelum akhirnya rasa kagum Zanira pada Ustadz Zayyan berubah menjadi rasa kesal. Bukan tanpa sebab, Zanira kesal karena Ustadz Zayyan terlalu cuek lebih tepatnya judes bahkan galak dan sering melempar tatapan tajam. Apakah janji yang dibuat Zanira akan tetap ia genggam? Ataukah Ustadz Zayyan adalah takdir bagi Zanira?