Mas, Ustadz

Mas, Ustadz

  • WpView
    Reads 117,428
  • WpVote
    Votes 7,050
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Mas, kamu itu pangeran atau manusia sih? Kenapa aku begitu terpana saat pertama kali melihatmu? Kalau kamu manusia, kenapa sulit sekali aku raih?" Gumam seorang gadis dalam lamunanya ketika sedang mengikuti kajian kitab malam ini. "Kamu ini ngomong apa Rania? Fokus sama al-qur'an kamu?" Ya, gadis itu adalah Rania. Rania Anastasya Putri. Yang sekarang sedang menutup mulutnya menyadari apa yang dikatakan. "Bagaimana aku bisa fokus dengan al-qur'anku sedangkan wajahmu saja selalu bisa mengambil penuh atensi ku?" Tak ayal meminta maaf pada sang ustadz, Rania malah gencar merayu Ustadz Rizky membuat ustadz Rizky malu setengah mati. Apalagi mereka berdua menjadi pusat atensi peserta kajian. "Astagfirullah, Ra. Jelas al-qur'an lebih mulia dan harus di utamakan dari pada wajahku!" Sentak Ustadz Rizky. Apa apan ini. Muridnya sendiri merayu dirinya. Tak habis pikir, kenapa ada perempuan seberani itu. Urat malunya udah putus mungkin. Atau memang sudah tak punya urat malu?
All Rights Reserved
#232
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]
  • PURNAMA DI UFUK MESRA ✔
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Adam Ajari Aku Hijrah [TERBIT]
  • Lauhul Mahfudz ku [SUDAH PO]
  • Cinta Kafa (On Going)
  • GATA
  • CINTA BEDA KASTA (RUDYMAN FF) (hiatus)
  • Our Path Diffrent

Zanira Aizha Najiha, seorang mahasiswi fakultas sastra Indonesia semester akhir, yang saat ini sedang disibukkan oleh tugas akhir yaitu skripsi. Pernah merasakan pahitnya cinta semu sehingga ia menutup pintu hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menerima cinta siapapun kecuali yang datang dengan kesungguhan dan niat yang jelas. Baginya, cinta bukan mainan, bukan sekadar kata yang manis di bibir. Namun, hidup punya cara sendiri untuk menguji janji. Tak lama sejak ia berjanji menutup pintu hatinya, seseorang datang di kehidupan Zanira. Sosok tegas, dingin tapi karismatik yang tak asing baginya. Zayyan Haaziq El-Hidayah. Ustadz muda yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren saat ia masih duduk di bangku putih abu-abu. Ustadz Zayyan dikenal sebagai sosok yang dingin dan tegas namun dikagumi para santriwati karena hafalannya juga suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat suci. Bahkan Zanira adalah salah satu dari santriwati yang dimaksud itu, sebelum akhirnya rasa kagum Zanira pada Ustadz Zayyan berubah menjadi rasa kesal. Bukan tanpa sebab, Zanira kesal karena Ustadz Zayyan terlalu cuek lebih tepatnya judes bahkan galak dan sering melempar tatapan tajam. Apakah janji yang dibuat Zanira akan tetap ia genggam? Ataukah Ustadz Zayyan adalah takdir bagi Zanira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines