My Little Chime

My Little Chime

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah tidak sengaja menyinggung seorang lelaki di halte, Cika merasa dirinya begitu tidak beruntung karena hal itu membuat kehidupannya dipenuhi oleh lelaki itu. Disamping itu, Cika harus menjadi asisten seorang kakak kelas yang bahkan tidak mau berbicara padanya. "Senior, mereka menyuruh kita semua berpegangan tangan. Apa saya harus pindah tempat?" "... " "Kalau begitu saya pergi dulu" "Siapa yang menyuruhmu pergi? " "Huh? " Senior Sean tidak mengatakan hal lain tapi menyodorkan jari kelingkingnya "Pegang." .... Sementara itu lelaki yang dari tadi memperhatikan Cika dari jauh mengerutkan kening.
All Rights Reserved
#15
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forever Friends ( End )
  • Jejak Rasa (END)
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • I'm Not A Troublemaker #1
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • SYAKILA

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#

More details
WpActionLinkContent Guidelines