HE IS MY FUTURE

HE IS MY FUTURE

  • WpView
    Reads 498
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2019
Leona heran. Benar-benar heran terhadap permainan semesta. Mengapa ia harus dipertemukan oleh dua lelaki asing yang suka bersandiwara? Jika dirinya telah memiliki Aldo, lalu kenapa harus memilih mereka? Sebuah kisah remaja yang saling berlomba-lomba untuk mendapatkan dia yang nyata. Terimalah cerita sederhana yang kutulis dalam lembaran-lembaran khayalan fiksi yang kentara. Start : 16 Juni 2019 (Update setiap hari Minggu)
All Rights Reserved
#62
leona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Hello, Alana!
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • HY (Hate You)
  • ALEXON [END]
  • AldinoAgatha [Re-Write]
  • GASA [end]
  • About You
  • Prestige
  • Secret Admirer [END]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines