Suaraku

Suaraku

  • WpView
    Reads 946
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
Ada banyak sekali sesuatu yang bisa dilakukan di dunia ini. Bersenang-senang, contohnya. Aku baru sadar, selama ini hidupku hanya begitu-begitu saja. Selalu menomorsatukan impian. Mengabaikan segala yang bertolak belakang. Bisa dibilang, aku terlalu memaksa diri. Terlalu berambisi. Hingga lupa bagaimana serunya tertawa dengan banyak teman. Terkadang, mengabaikan orang yang tak sejalan dengan keinginan pernah menjadi prinsipku. Hingga dia datang. Pembawaannya yang garang sedikit demi sedikit merubah prinsip sesatku. Menyadarkanku jika hidup tidak selalu soal serius. Tertawa lepas juga terkadang perlu. Seimbang istilahnya. Aku tidak mengerti, ini tahap bagiku dalam menemukan jati diri atau apalah namanya. Yang aku tahu, kedatangannya dapat membuatku mengerti bagian mana yang harus kupilih dari banyaknya pilihan untuk menjalani hidup. Karena ini suaraku. Bukan suaramu. Apalagi suara mereka. Sumber cover : Pinterest
All Rights Reserved
#919
impian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • philopobhia
  • Okay, We're Married on July
  • You're Here, But Not For Me
  • ANNISA {ON GOING}
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • My Duchess / End
  • UNREQUITED LOVE
  • Mengalami Lompatan Waktu dan Menjadi Orang Lain (END)
  • Are You The One Tied to Me?

Setiap orang pasti ingin mempunyai jalan hidup yang sempurna, seperti setelah tamat SMA kuliah, kemudian lulus tepat waktu, mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang diharapkan, jatuh cinta, menikah diusia 25 tahun, punya anak yang lucu-lucu Ya seperti itulah mungkin yang diidam-idamkan oleh kebanyakan kaum hawa, atau hanya aku saja? Tapi pada kenyataannya hidup ini tidak seindah apa yang kita bayangkan Ya... aku harus terima hanya lulusan SMA karena orang tuaku tidak mampu untuk membiayai kuliahku. Bekerja dengan gaji yang tidak sampai UMR, dan membantu keuangan keluarga. Bukan mengeluh sich, hanya saja melihat teman-teman lain yang bisa lulus kuliah dan bisa bekerja di suatu perusahaan membuatku merasa Yaaa... begitulah And I'm still jomblo di usiaku yang sudah 27 tahun ha.. ha... ha... sudah jauh dari apa yang aku impikan selama ini Well... it's okay. I'm singlenya and Verry happy Aku cukup bahagia dengan teman-temanku, paling tidak satnight ku tidak sampai jadi sadnight-lah ha.. ha.. ha.. Sampai suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang merubah hidupku. Dan sampai pada akhirnya aku mempunyai suatu pobhia yang dinamakan Philophobia. Dan... Inilah kisahku

More details
WpActionLinkContent Guidelines