[Awas Baper!!]
Sepertinya Eka harus berterima kasih pada rasa laparnya pada malam ini. Kenapa tidak? Kedai yang menjual mie ayam adalah saksi dimana ia menemukan cinta pada pandangan pertamanya semenjak duduk dibanggku perkuliahan. Laki-laki berperawakan tinggi, tegap, mancung, dan ahh sepertinya deskripsi ini tidak muat hanya untuk menggambarkan betapa sempurnanya pahatan Tuhan yg telah menggetarkan hatinya.
Ataukah rasa ini hanya muncul sesaat saja setelah sekian lama ia tak mengenal cinta? Atau lebih tepatnya rasa yang telah dimatikan oleh kata cinta.
Apakah Eka akan mencari laki-laki itu? Siapa dia? Di fakultas apa dia belajar? ahh merepotkan. Cinta benar-benar merepotkan.