Buku Harian Martha

Buku Harian Martha

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 27, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Ditengah hiruk pikuk dunia ini, ada sebuah tempat yang tak tercemar oleh keramaian. Disanalah ia tinggal. Seorang bocah yang mencari arti kehidupan. Dalam pencariannya, ia menyadari bahwa tidak hanya kita, manusia, yang sedang menikmati karunia yang Tuhan berikan. Ada sosok lain dari diri kita, bak cerminan diri kita. Sama tapi tak serupa. Kami menyebutnya sebagai ruh.
All Rights Reserved
#966
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • MUTIARATU
  • Persona
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Cermin di Ujung Jalan
  • The Gap Between Us
  • Kutukan Tumbal
  • Ryano : The First Story

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines