Terang Bersama

Terang Bersama

  • WpView
    Reads 3,098
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 23, 2021
Dulu kau memaksaku untuk menemukan cahayaku sendiri, sebab kau bilang tak selamanya orang lain bisa memberikan cahayanya padaku. Dan aku pun tak selalu bisa bergantung pada cahaya-cahaya yang bukan milikku. Tetapi hari ini aku melihatmu dengan cahaya berbeda. Bukan cahaya seperti biasanya. Apakah cahayamu telah berganti warna? Aku tidak menemukan cahayamu seperti biasa. Cahayamu membuatku takut. Bolehkah aku terus di sampingmu seraya membantumu mengembalikan cahaya milikmu yang kini sulit kutemukan, dengan caraku sendiri? Dengan cahaya redup yang kumiliki? Aku hanya tidak ingin membiarkanmu kehilangan cahaya yang telah membuat banyak orang takjub, termasuk aku. Mari sama-sama terang! Mari sama-sama menjadi penunjuk jalan! Banjarmasin, 13062019 Tinta Imajinasi
All Rights Reserved
#262
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • HESPER (SELESAI)
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Endless love story: { by: lianahputridewi } -ON GOING!
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Fragmen
  • ROMANSA KATA

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines