Aku Dan Rafa

Aku Dan Rafa

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku kehilangannya, sahabatku. Di penghujung perjalanan kami. Ketika satu jejak langkah lagi harus kami tempuh, ia menyerah. Dia meninggalkanku. Meninggalkan kami semua. untuk itu, Mengikhlaskan. Saat ini, itulah cara yang paling tepat aku lakukan untuk menerima semua. Semua yang telah terjadi tak lepas dari sepengetahuanNya. Hanya berbekal keyakinan ini, aku akhirnya mampu kembali semangat menjalani kehidupan. Sekian lama segalanya telah dilewati bersama, ternyata dia yang selama ini bersamakulah yang mengerti tujuan yang haqiqi dari kehidupan.
All Rights Reserved
#173
rafa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Alsa
  • Izinkan Aku Mengisi Hatimu
  • TRAUMA
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • my story
  • VIA-AMARA

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines