Unbeliveable

Unbeliveable

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2019
"Kau tau?! Aku menyukai nya! Dia semangat, baik, hangat.. " Perkataan nya membuatku menjadi penasaran, semacam kode atau apa ini?.. "Emang? Siapa dia?" Tanya ku pelan, ia bukannya menjawab, ia justru menjulur kan lidahnya, "wek! Ngapain tau?!" Okay, ini membuatku sebal.. . . . "A.. apa yang kau lakukan?! " tanyanya sambil menatap mayat yang tergeletak. Apa?.. aku...? Tidak melakukan apapun, hanya kesenangan ku.. "tidak, aku tidak melakukan apapun, santai, kau hanya milik ku.." . . . Tidak mungkin! Bagaimana bisa dia.. ?! . . . Hanya sebuah cerita, cerita seorang cewek yang tidak mengetahui perasaan nya sendiri..
All Rights Reserved
#6
wrath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • BERI AKU CINTA [Tamat]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • QUEEN RERE [END]
  • ngger adalah vandyku
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Cempaka Terakhir ✔
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines