Blue Code
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2020
Violetta Airish. Gadis yang terkenal dengan kepribadian yang tomboi dan cuek pada sekitar. Tiba-tiba menjadi mata-mata di negaranya. Iya, itulah aku. Aku murid di Gerunce, Statia. Aku dan teman seperjalananku dipilih untuk menjadi mata-mata. Iya, kami akan memata-matai Lacour. negara yang sudah merebut kekuasaan Statia, menurut sejarah. Aku yang memang bertekat untuk mencoba ke hal yang baru. Dengan semangat, menerima ajakan itu. Sebenarnya, ada satu hal yang ingin aku lakukan di sana. Aku ingin menemukan teman lamaku yang hilang di Lacour. Yash, misi aku dan temanku kali ini, adalah mengambil segel Lacour dan kembali ke Statia. doakan kami, berhasil ya!
All Rights Reserved
#263
misi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • Aletheia Selaksa
  • RAKELIA : REPREATING TIME
  • My Ex (Marrying My Ex Revisi)
  • It Takes Two To Tango
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)
  • Behind Our Eyes
  • Qiyamah Senja-completed
  • Rainbow Mist ✔️

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines