DearA's

DearA's

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
Aku menepuk bahunya. "Nafas dulu kak, nih.. mau air mineral gak?" Aku menyodorkan sebuah botol aqua yang barusan aku minum, yang sekarang isinya tinggal setengah. "Ga ah. Makin merasa kalah gue." Cowok itu menggeleng. Aku memandang jam tangan biru di tanganku. Pukul 08.56, aku menghela nafas tidak semangat. Aku melepaskannya kemudian meletakkan jam tangan itu di saku ku. "Kenapa gak dipake Za?" Kakak kelasku ini memang sangat hobi bertanya, terutama bertanya pertanyaan yang unfaedah. "Capek gue nengoknya. Waktunya jalan terus. Nah, ini jam buat Lo aja. Dijaga ya kak. Daahh! Mangat kak Ar!" Aku berlari meninggalkannya begitu saja setelah memberikan jam tangan itu. "Lahh." Jam tangan biru itu telah menghiasi tanganku sejak umur 7 tahun, bukan jam kesayangan juga sih. Tapi setidaknya masih berguna untukku. "Kak Ar?" Loh kok udah hilang aja. Perasaan tadi masih di belakang deh. Apa karena aku berlari terlalu cepat ya?Ya sudah aku pergi juga deh. "Azalea." Aku menghentikan langkahku. Siapa ya? . . . Deara Azalea Syakilah. Semua orang di sekolahku tahu tentang legenda sebuah nama. Legenda tentang dia, seorang manusia dengan inisial . . . DAS
All Rights Reserved
#100
care
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Zafio (END)
  • Alisa's Story
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Alter
  • Tanda Tangan Kakak OSIS [COMPLETED]

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines