Nama saya Nazla Aisyah Putri Zalman, namanya panjang emang hehe, saya lahir di Pontianak tanggal 06 Januari 2004. Saya sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Di sekolah saya ikut ekstrakulikuler Jurnalis Pelajar Muhammadiyah, di ekskul tersebut ada beberapa bidang, yaitu fotografer, menulis, dan membuat mading. Saya lebih milih ke menulis, karena menurut saya menulis itu sangat menyenangkan.
Saya suka makan, suka membaca, suka menulis juga, dan saya paling suka ngembun (bergadang). Saya juga orang nya suka emosi, bahkan kalau ada masalah kecil saya langsung marah-marah, padahal bisa dibicarakan baik baik. Oh iyaa, saya orang nya juga moodyan. Kalau mau apa apa juga harus tergantung mood saya, saya ngga mood, ya ngga saya kerjain hehe.
Saya termasuk tipe orang yang bodo amat kalau ada orang yang jelek jelekin saya atau mengungkit masa lalu saya, memang sakit. Tapi, netizen zaman sekarang kalau di lawan makin menjadi, makanya saya memilih untuk diam, biar mereka capek sendiri. Sekian dari saya, selamat membaca cerita saya! Maaf, kalo ceritanya kurang nyambung, karena masih tahap pembelajaran hehe.
Naskah Asli Juara 1 Lomba Menulis Cerita Islami Se-kabupaten Banyuwangi tahun 2023.
______
Aku dibesarkan dari keluarga petani sederhana di pedalaman Aceh. Sejak dulu aku memang memiliki semangat tinggi dalam belajar ataupun beribadah. Hingga berkat dari kerja kerasku, aku bisa melanjutkan sekolah SMA di Banda Aceh.
Hari pertama masuk sekolah, aku bertemu dengan Devan. Lama-kelamaan persahabatan kami semakin harmonis dan akrab. Bersama Devan aku melalui hari-hari dengan penuh keceriaan dan toleransi. Bersama Devan aku turut dibina berlomba-lomba dalam hal kebajikan dan takwa. Setiap malam aku dan Devan belajar bersama, membahas materi-materi agama. Melalui Devan, aku belajar banyak perihal bersedekah, toleransi, kerja sama, kejujuran, dan berprasangka baik.
Petuah-petuah bijak dari Abah dan Bapak merupakan semangat bagiku dalam berbuat kebaikan di lingkungan baru. Dulu, setiap malam Abah selalu mengajari anak-anak kampung mengaji. Karena diriku yang sudah dilatih perihal agama sejak kecil, membuat kepribadianku hari ini lebih taat dalam beribadah dan berbuat kebaikan.
Kehidupan terus berlanjut. Hari di mana Devan menginap di rumahku membuat dia semakin semangat berbuat kebaikan untuk kedepannya. Masa-masaku menuntut ilmu di Banda Aceh membuatku belajar banyak hal. Kami kembali ke Banda Aceh, memulai rutinitas seperti biasanya. Di suatu akhir pekan, kami memutuskan untuk tadabur alam, mendaki bukit di dekat Banda Aceh. Berbagai macam perjuangan kami lalui, hingga akhirnya kami bisa melihat indahnya ciptaan Allah. SWT.