Mentari di ufuk Timur

Mentari di ufuk Timur

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Mentari selalu bermimpi untuk menjadi pemanah nasional, demi membanggakan nenek yang mengadopsinya sejak bayi. Banyak pertanyaan yang muncul setiap hari di kepalanya. Seperti, siapa ibunya? apa ayahnya masih hidup? Kemana mereka? Mengapa mereka tidak mencari mentari? Berkali kali ia mencoba untuk bertanya pada nenek, namun kalimatnya slalu hilang persis di ujung lidah. Tidak pernah tega melihat wajah nenek yang semakin hari semakin menua, takut sekali neneknya sedih. Meski hidupnya penuh dengan pertanyaan, mentari tetap melakukan yang terbaik. Selalu tersenyum penuh kehangatan dan itu yang membuatnya di cintai semua orang. Lalu, Bertemu dan jatuh hati pada laki laki yang sama sama memegang teguh prinsip hidupnya. Namun, kehangatan mentari mulai meredup saat cobaan menimpanya berkali kali. Ia kehilangan orang yang ia sayang, ia kehilangan mimpinya, dan ia di kehilangan orang yang amat di percayai nya. Lalu bisakah mentari melewati semua ini? -- So, ini cuma cerita gabut gabutan aja. Bisa di up kapan aja, tanpa ada jadwal. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#44
panahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • Tulisan Sastra✔
  • 2 Reflection
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • Rintik Hujan
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Silence Of Tears (TERBIT)

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines