Mentari di ufuk Timur

Mentari di ufuk Timur

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mentari selalu bermimpi untuk menjadi pemanah nasional, demi membanggakan nenek yang mengadopsinya sejak bayi. Banyak pertanyaan yang muncul setiap hari di kepalanya. Seperti, siapa ibunya? apa ayahnya masih hidup? Kemana mereka? Mengapa mereka tidak mencari mentari? Berkali kali ia mencoba untuk bertanya pada nenek, namun kalimatnya slalu hilang persis di ujung lidah. Tidak pernah tega melihat wajah nenek yang semakin hari semakin menua, takut sekali neneknya sedih. Meski hidupnya penuh dengan pertanyaan, mentari tetap melakukan yang terbaik. Selalu tersenyum penuh kehangatan dan itu yang membuatnya di cintai semua orang. Lalu, Bertemu dan jatuh hati pada laki laki yang sama sama memegang teguh prinsip hidupnya. Namun, kehangatan mentari mulai meredup saat cobaan menimpanya berkali kali. Ia kehilangan orang yang ia sayang, ia kehilangan mimpinya, dan ia di kehilangan orang yang amat di percayai nya. Lalu bisakah mentari melewati semua ini? -- So, ini cuma cerita gabut gabutan aja. Bisa di up kapan aja, tanpa ada jadwal. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#28
panahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • GALTHAR
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • GRIZLEN {On Going}

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines