AI Fathiyyaturrahma

AI Fathiyyaturrahma

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Banyak yang mengatakan adanya keajaiban besar setelah terucapnya janji yang mengguncang Arsy-Nya. Dan benar Ana merasakan hal itu. Hatinya berdesir hangat memunculkan rasa baru yang menenangkan kala suara bariton memintanya dari walinya untuk menjadi pendamping hidup. Untuk pertama kalinya Ana jatuh cinta. Cinta pertamanya. Cinta pertama yang selalu di ceritakan dengan begitu manis di berbagai kisah dengan kedua tokoh yang saling memadu kasih. Tapi kenapa kisah itu tidak berlaku pada kisah cintanya? Kenyataannya begitu menyakitkan saat pelabuhan tempat cintanya berlabuh sama sekali tidak menginginkannya. Pelabuhan itu malah dengan senang hati mengguncang Ana dengan badai ombak yang membuatnya karam. Lalu menggantikannya dengan sosok lain yang juga sangat berarti untuk Ana. Sosok yang tidak mungkin Ana sakiti. Lalu bagaimana dengan cinta Ana?. "Ana mencintai Mas Ikhsan. Semoga Allah selalu merahmati hidup Mas Ikhsan." ~Anayah Fathiyyaturrahma~
All Rights Reserved
#123
tersakiti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hijrah Pengantar Jodohku (END)
  • Annam Al Abbiyan
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Yang Pernah Patah
  • ANDAI AKU BISA
  • Dalam CintaNya (Tersedia di Google playbook)
  • Bintang Yang Kupanggil Ayah [HIATUS]
  • CINTA UNTUK ALYA
  • I Love Gus Cuek! [End]
  • Cinta Yang Habis

( Pindah ke Dream ) "Aira, seperti yang sudah Ayah katakan barusan, maksud kedatangan saya kesini dengan keluarga, saya ingin meminta restu kedua orang tuamu, untuk mengkhitbahmu. Sejak pertama kali, saya melihatmu ada keyakinan di dalam hati saya untuk menjadikanmu sebagai kekasih halal. Saya tidak punya apapun untuk saya banggakan. Saya pun masih sangat awam dalam memahami ilmu agama, saya juga tidak punya harta yang berlimpah untuk saya banggakan, tapi jika kamu bersedia saya ingin belajar bersama denganmu, meraih ridha-Nya Allah. Saya ingin meminangmu menjadi istri saya, apakah kamu bersedia?" Aklil, mengatakannya dengan penuh keyakinan. Itu yang dikatakan Aklil saat mengkhitbah Aira. Ikuti kisah mereka Dari mulai Aira memantapkan hatinya untuk hijrah, sampai ada seorang laki-laki yang berani langsung mengkhitbh dan menghalalkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines