K I T A

K I T A

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 16, 2019
"Lo punya gak.... Temen, yang absurdnya parahhhhhhhh banget?" "Apakah kalian juga punya? Temen yang gilanya udah gak tau tempat, alias suka malu-maluin, dan orangnya receh abis...?" "Atau, lo punya temen yang lola? Dan logicnya kagak maen? Padahal anaknya pinter (*'∇`*)" Kalo gitu, lo bakal nemuin mereka semua dicarita ini~ Tiga sahabat yang absurd, "gila, gak jelas, suka gabut, bosenan, laperan, moodnya terombang-ambing, RECEH, tukang sebar aib foto + ngambil aib, terlebih lagi kompak... Banyak kenangan yang tak terlupakan, dengan semua kegilaan, dan kebahagiaan.., belum lagi saat mereka dihadapkan oleh skandal yang terjadi pada mereka, dan mengharuskan mereka untuk segera menyelesaikannya masalah tersebut sebelum mereka lulus... Lalu... Bagaimana cara ketiga sahabat itu menyelesaikan masalah mereka masing-masing? Meirraa, Aprillia, dan Juni, ketiga sahabat yang menghabiskan satu tahun terakhir mereka di SMA dengan segala hal yang harus mereka hadapi sebagai anak SMA... Yuk baca keseruan mereka!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sinonim [Completed]√
  • AILAH(END)✅
  • BarraKilla
  • Three Idiot Girls  ✔
  • Friendship -Completed-
  • ELZEAN [On Going]
  • JAM 3 SORE
  • serpihan hati
  • Friendship In Love
  • How to Burn the Bad Boy (END)

[REVISI] Dua makhluk absurd yang mempunyai banyak persamaan, sifat yang hampir mirip, prilaku sangat mirip. Yang membedakan hanya satu, yaitu mereka berlawan jenis. "Lo kapan warasnya sih?" Tanya Azril pada Vea yang sudah mengacak-acak kamarnya seperti kapal pecah. "Ngapain lo nanya-nanya? Udah merasa waras?" Sinis Vea yang sedang duduk di atas meja belajar Azril sambil memainkan ponselnya tanpa sedikitpun berniat menoleh pada Azril. Kakinya ia selonjorkan di kursi dekat meja belajar itu. Azril mengacak-acak rambutnya frustasi. Bagaimana bisa dia betah berteman dengan Vea dari kecil? "Yek?" Panggil Vea pada Azril dengan suara yang dilembut-lembutkan. Azril menatap Vea dengan kening mengkerut "Bagi duit dong?" Vea menyodorkan tangannya sambil cecengesan tanpa dosa. Azril mengambil kaos kaki yang berada tepat di bawah meja belajarnya lalu menempelkan tepat di wajah Vea, "Makan nih duit!!" Penulis Amatir yang penuh dengan imajinasi absurd😄

More details
WpActionLinkContent Guidelines