perfection of first love

perfection of first love

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 11, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah perasaan yang amat sulit untuk diterka. Bukankah sangat mustahil persahabatan antara perempuan dan laki-laki? tak ada persahabatan yang abadi melainkan akan tergantikan dengan cinta. Entah itu dari perempuankah atau laki-lakikah atau dari keduah pihak tersebut. Tapi beda dengan kisah Bee. Yaa,,, dia mengganggap persahabatan ini sebagai bentuk cintanya pada lelaki yang selalu bersamanya, tak ada ungkapan cinta sekalipun melainkan kasih sayang seorang sahabat. Baginya persahabatan menjadi cinta sangat mustahil karena apa?, karena kenyataannya lelakinya menaruh hatinya pada orang lain dan menganggapnya sebagai seorang adik yang sangat ia sayangi, tak lebih dari itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sparks Between Us
  • Story Of Elxia
  • F dan Z  ( and )
  • Tidak Ada Kebahagiaan
  • ZAYNE Terjadi Setelah Cinta [ ON GOING]
  • TENTANG KITA
  • Belajar Mengikhlaskan
  • Let's Moveon
  • Unspoken Words
  • Sebatas Sahabat?

Sinopsis: Justin dan Juliette dijodohkan oleh kedua orangtua mereka-sebuah keputusan yang terasa konyol bagi dua pribadi yang tampaknya tak memiliki satu pun kesamaan. Justin, pria tampan, cerdas, dan populer, mempertanyakan keputusan ayahnya: mengapa harus dijodohkan dengan Juliette, gadis aneh yang sulit ditebak dan terlalu berbeda dari semua perempuan yang pernah ia kenal? Sementara Juliette, yang terbiasa hidup tenang dan berpikir kritis, tak habis pikir: kenapa semua orang mengagumi Justin seperti seorang dewa, padahal baginya pria itu tidak lebih dari ego besar yang dibungkus pesona palsu? Kencan pertama mereka berjalan mengenaskan-canggung, dingin, dan penuh keengganan. Hari-hari berikutnya tak jauh berbeda, penuh paksaan, rutinitas, dan usaha tak kentara untuk saling menjauh. Namun waktu memiliki cara tersendiri untuk meretas jarak. Di balik benturan kepribadian dan sikap saling menjatuhkan, perlahan muncul celah-tempat di mana pengertian mulai tumbuh, dan prasangka mulai goyah. Justin mulai melihat bahwa Juliette tidak seaneh yang ia kira. Justru berbeda-dan itu yang membuatnya istimewa. Juliette pun mulai menyadari bahwa di balik kesombongan Justin, ada sisi yang tak ia duga: rapuh, jujur, dan mungkin... tulus. Mereka tidak mencari cinta. Tapi mungkinkah cinta justru diam-diam menemukan mereka? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines