DEHENDRA DANISWARA [Akan Terbit]

DEHENDRA DANISWARA [Akan Terbit]

  • WpView
    MGA BUMASA 74,149
  • WpVote
    Mga Boto 4,187
  • WpPart
    Mga Parte 65
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Sep 11, 2025
[BUKU AKAN TERBIT] "Apa lo lihat-lihat. Masih naksir lo sama gue?" Jangan lupa follow sebelum membaca. Pastikan vote dan komen. Happy reading, enjoy. 26 Juni 2019
All Rights Reserved
#112
akira
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ANARAN
  • 1.3 | lines ✓
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • Bercak Tinta [Completed]
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Arina or Arisa? (Completed)
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • WAVER [Completed]
  • Gone(✔)🔚
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman