Story cover for Reuni by haryati_athy87
Reuni
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 14, 2019
Mature
"Aku menyukaimu, jadilah kekasihku."

Ungkapan cinta dari seorang pria berkacamata tebal dan berpipi chubby itu kepada seorang gadis yang paling cantik di sekolahnya. Sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang di lapisi behel berwarna hijau, pria bertubuh subur itu menyerahkan setangkai mawar putih kesukaan gadis cantik itu.


"Maafkan aku, tapi aku tidak menyukaimu sama sekali. Selama ini aku hanya menganggap mu sebagai teman. Tidak lebih. Dan dari mana datangnya pikiran bodoh itu? Aku tidak mungkin menjadikan pria gendut sepertimu sebagai pacar pertamaku."

Setelah mengatakan kata-kata jahat itu, gadis berlesung pipi itu langsung pergi meninggalkan pria bertubuh subur itu sendirian.
Gadis itu terus berjalan tanpa menoleh lagi ke belakang.
Tapi tanpa di sadari oleh siapapun, gadis itu menangis terisak di salah satu bilik kamar mandi di sekolahnya.

"Aku mohon maafkan aku!!
Aku terpaksa mengatakan semua itu padamu.
Aku juga menyukaimu, Matteo. Sangat menyukaimu."


***
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Reuni to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Be Yours cover
Sahabat atau Pacar [TAMAT] cover
Daniel cover
Best Friend To be Boyfriend -pjm ✔ cover
Sweet Combat cover
Galaxi [Completed] cover
Prestige cover

Be Yours

5 parts Complete

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.