Abnormal Family

Abnormal Family

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 21, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Kehidupan yang dijalani orang lain mungkin menarik, adanya kebahagiaan, kesedihan, suka dan duka yang mewarnai. Tapi , semua itu tidak didapatkan oleh keluarga mereka. Sejak kecil, mereka harus melewati kisah yang mengerikan dan kegilaan yang dibuat oleh mereka sendiri. Mereka terdiri dari 5 orang anak dengan seoarang ayah yang mengidap alextimia.... Banyaknya intrik asmara dimasa lalu dan masalah yang datang memperkeruh suasana.... Ikutin terus kelanjutan cerita ini ya.... Konflik akan banyak disetiap ceritanya... Kali ini ada romance untuk cerita ini.....
All Rights Reserved
#217
intrik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • NOESIS [END]
  • dibalik alyksandr
  • How To Be A Good Mother
  • Veil of Deceit
  • THE PRETTY LITTLE DEVIL AND ANGEL [END]
  • Kepingan Dirham
  • MIRROR DEVIL
  • Anak Tak Di Anggap

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines