Senja yang Bertahan Lama

Senja yang Bertahan Lama

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah drama percintaan yang menceritakan tentang seorang pelayan toko dan seorang satpam yang terpisah karena mengejar cita-cita untuk merubah nasibnya. Akankah cita-cita mereka tercapai? dan Apakah mereka akan bertemu kembali? silahkan dibaca ya. :)
All Rights Reserved
#16
cintaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selepas Senja Pergi
  • It Was Always You
  • Senja Dan Rindu
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • Erlangga
  • Yes, That's Love
  • Langit Senja (End)
  • Yang Pernah Tapi Tak Jadi

Ardika dan Amira adalah dua orang yang bertemu di antara kebetulan-kebetulan kecil-sebuah kertas yang terbuang, sebuah sapaan sederhana di taman kampus. Tidak ada yang tahu bahwa pertemuan itu akan membawa mereka pada kisah yang lebih panjang dari sekadar percakapan ringan di bangku taman. Sampai Ardika akhirnya mengerti. Bahwa cinta tidak diukur dari seberapa lama seseorang tinggal, tapi dari bagaimana ia tetap hidup, bahkan setelah senja pergi. ... Di persimpangan jalan, Ardika berhenti. Menatap langit yang bersih tanpa awan, hanya bintang-bintang yang berkelip kecil, seolah mengamati langkahnya dari jauh. Ia tersenyum, lalu menutup matanya perlahan. "Cinta itu tidak menunggu untuk dimiliki," bisiknya kepada malam. "Ia hanya ingin dirayakan, meski pada akhirnya ia harus pergi." Sejenak ia diam, membiarkan hatinya yang bicara. "Aku menulis namamu di antara bintang-bintang, supaya aku tahu ke mana harus menatap ketika rindu. Aku bisikkan namamu kepada angin, supaya ia membawanya ke mana pun aku pergi. Aku simpan suaramu dalam detak jantungku, supaya aku bisa mendengarmu. Dan aku akan selalu mencintaimu, seperti angin mencintai laut, seperti malam mencintai bintang, tanpa perlu bertanya kapan harus berhenti, bahkan Selepas Senja Pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines