Sahabat tak terpisahkan

Sahabat tak terpisahkan

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 14, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Sejak kecil Nadia dan Salwa adalah sahabat dekat yang selalu bermain bersama. Mereka bertemu pada satu sekolah yang sama, saat itu usia mereka masih berumur 7 tahun, hari pertama sekolah dasar, Nadia menyapa Salwa dan mengajaknya duduk bersebelahan. Sejak hari itu pun mereka tidal pernah terpisahkan. Mereka seeing belajar bersama juga. Ayah Salwa adalah seorang pekerja yang mengharuskan dirinya untuk pergi Dan menatap di negara atau kota tertentu, saat ini keluarga Salwa tinggal di bandung, namun ia tidak pernah tahu kapan mereka akan pindah karena kadang pekerjaan itu datang tiba", bisa seminggu sebelum keberangkatan atau pun beberapa hari sebelum keberangkatan. Saat ini Salwa tinggal sudah satu tahun di bandung, sebelumnya Salwa tinggal di jakarta. Nadia adalah anak satu-satunya, orangtuanya sangat sibuk, jadi terkadang Nadia sering menginap di rumah Salwa. Nadia senang sekali saatvia bertemu Salwa, karena Nadia kerap merasa kesepian karena sering sendiri dirumah, namun kehadiran Salwa di hidupnya sangat merubah Nadia menjadi anak yang lebih bahagia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
firda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • possessive boyfriend
  • Tenang bertemu Riuh
  • Counting Stars
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • Puing Kenangan

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan