Story cover for Serpihan Rasa by Dea_komalasari
Serpihan Rasa
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 15, 2019
Suatu barang yang jatuh akan menyisakan serpihan yang tertinggal. Tak berbeda dengan hati saat jatuh, ketika ingin dibersihkan akan ada yang tertinggal, entah itu perasaan atau pun kenangan.

Begitupun dengan tulisan ia kan mengena walau sebaris kata tak bermakna, karena saat dihapus tintanya nya akan hilang tapi maksudnya bertujuan.
All Rights Reserved
Sign up to add Serpihan Rasa to your library and receive updates
or
#25kebudayaan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
CERPEN (END) cover
En Rêve [COMPLETE] cover
Satu Kata Satu Cerita cover
Titik Capai ✔️ cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
RUMPANG RAMPUNG cover
Kumpulan Puisi Inspiratif cover
Ruang Rasa.. cover
Makna Temu cover
Langit Tanpa Batas cover

CERPEN (END)

30 parts Complete Mature

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***