We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Satu Atap

Cinta Satu Atap

  • WpView
    Reads 2,053
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sequel dari cerita Azalia Istri Seorang Mafia. Warning 18+ bijak dalam memilih bacaan. "Apa benar bahwa cinta hadir karena dua insan telah terbiasa? Jika itu benar, maka aku sangat bersyukur sebab bertemu dengannya." Gianna Alleva FR. "Aku sudah bekerja keras untuk ini. Tolong jangan kecewakan aku," kata gadis itu sebelum mendarat di kursi depan Azzima. Azzima menarik napas panjang seraya melipat kedua tangan di depan perut. Kemudian dia menghembus damai. "Silahkan," kata pria itu. Gianna menatap pria itu intens, mencoba untuk menarik perhatian, setidaknya sampai pria itu luluh dan mempermudah semua urusannya di mata kuliah ini. Namun dia gagal total sebab Azzima tak mengubah raut wajahnya sama sekali meski kedua mata pria itu membalas tatapannya. Gianna menelan saliva, entah mengapa malah dirinya yang kembali terjerumus dalam pesona pria itu. Dia menggigit bibir, beberapa kali sudah napasnya terhembus, mendesah kecil sebab hormon di tubuhnya meningkat. "Waktumu tiga puluh detik dari sekarang," ucap Azzima dengan tatapan datarnya, membuyarkan rencana gadis itu. "A-apa?" Gianna terperanjat. Azzima menumpukan kedua tangannya yang terpaut di atas meja, lalu sedikit mengikis jarak di antara mereka. "Kau sedang mencoba menggodaku?" "Hah?" Gianna terkejut. Namun gadis itu pura-pura tidak tahu. Kini kedua matanya hanya terfokus pada mata pria itu. Tegukan saliva kembali Gianna lakukan. Hal itu terjadi sebab wajah Azzima semakin mendekat ke arahnya. "Jangan ulangi hal itu, atau kau tidak bisa berjalan selama seminggu," ucap pria itu, serius. "Keluar dari ruanganku," tambahnya. Tanpa berpikir panjang Gianna bangkit dari tempat duduk. Tiba-tiba gadis itu kepanasan, otak bekunya sampai mencair tetapi seketika berhenti berpikir. Segera dia berlari menuju ke toilet. Follow author sebelum baca
All Rights Reserved
#18
suamidingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • After Sunset
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • LYVARU
  • Blooming Days
  • ZAVI & AZA

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines