Prima Cinta Mama [On Going]

Prima Cinta Mama [On Going]

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
"Ketika kita masih kecil dan lemah, namun siap akan dilahirkan di dunia, Tuhan meyakinkan kita bahwa akan ada penjaga yang luar biasa daripada malaikat surga. Kita kan merasakan betapa lembutnya ketika sang penjaga dunia merawat dengan taruhan jiwa dan raganya." "Mama masih ingin bertemu kamu Aya. Aya yang akan tumbuh dewasa dan.. berharap kamu yang merawat mama saat tua nanti." "Setelah kamu lahir, jantung mama kamu sempat melemah. Mama koma selama dua minggu lamanya. Itu memang jauh lebih sebentar, tapi bagi papa itu sangat lama dan hampir kehilangan mama kalau saja Tuhan tidak memberikannya keajaiban." Sekejam itukah saat jagad berbicara yang sebenarnya, bahkan sekali ucapan dunia ini keluar, memekak di gendang telinga, menusuk batin hingga tangis tak ada gunanya. Mendengar ucapan ketiga orang ini benar-benar membuatnya ingin gila. Prima mencium tangan hangat yang selalu menggandengnya dimanapun dan kapanpun akan selalu ada, namun kini dingin dan tak lemah tak berdaya. Ini bukan salahnya, ini salah ibunya yang selalu menutupi rahasia besarnya. credit cover by canva 15 Juni 2019 Update bila imajinasi terkumpul [SLOW UPDATE] ya kawan
All Rights Reserved
#362
teenlitindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • [1] ARJ || SAD ENDING [Completed]
  • Cahaya Cintamu ( TAMAT )
  • MY COLD BOY (CLOSE PO)
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Lucky Girl (Tamat)
  • ANNOYING GIRLFRIEND ( Completed )
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Tjinta & Tinja - Cinta & Tai ✔
  • Seperti Odong-Odong

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

More details
WpActionLinkContent Guidelines