Story cover for Teman tapi Sayang by penajinggaa
Teman tapi Sayang
  • WpView
    LECTURES 52
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 52
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement juin 15, 2019
Kami berteman cukup lama. Kemana mana selalu bertiga. Eh kalian jangan berfikir ini cerita tokoh tiga serangkai yang sejarahnya ada di dalam pelajaran PPKn. Kenapa? Karena kali ini beda. Ini cerita kami, pelajar SMA Kartini angkatan 25.

"Kemarin kemana? Tiba-tiba ngilang gitu aja, gak pamit, gak kasih kabar. Kemarin gue sama Agam kelimpungan nyari lo sampai sampai gua ninggalin naila sendiri. Lo tuh bikin kita kawatir tau gak? Nyusahin aja." Ucap Aldi menggebu gebu.

"Hehehe maapin deh yaa, aku tiba tiba sakit gigi di jadi gak sempet deh pamit sama kamu kan masih baru mulai tanding volinya kemarin. Maapin yaah, janji gak bakal gitu lagi deh. Please" Jelas Alesya sambil mengedipkan mata tentu saja lucu menurut Aldi.

"Iya besok besok jangan gitu. Awas aja lu"

"Yaudah aku masuk kelas dulu dadahhh Aldi." Kata Alesya sambil melambaikan tangan kanannya.

"Aku boong di, aku boongin kamu. Aku sakit ati bukan sakit gigi. Andai aja kamu tau di perasaan aku selama ini." Batin Alesya meratapi nasib buruknya.


Salam


@penajingga
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Teman tapi Sayang à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#398retak
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Antara Cinta dan Persahabatan, écrit par alvionitadita
9 chapitres Terminé
"Maafin gue harus berpura -pura acuh tentang perasaan lo ke gue, bukan gue ga cinta sama lo. Tapi gue gamau suatu saat lo kembali sedih sama kepergian gue untuk yang kedua kalinya." - Asyyfa Valentina Putri "Lo satu - satunya alasan gue untuk bertahan dalam kejamnya takdir. Disaat gue inginkan lo tetap ada di sisi gue, tapi justru lo pergi ninggalin kesedihan yang begitu dalam di hidup gue. Dan saat itu gue nyerah sama takdir yang selalu mempermainkan hidup gue." - Arfagio Ferland Regriand "Kenapa lo harus cinta sama dia? Padahal sedikitpun dia gapernah peduli sama perasaan lo. Apa selama ini perjuangan gue gapernah berarti di mata lo? Sampai - sampai gue gabisa bikin lo berpaling dari dia." - Alkhaina Aura Azzahira "Gue cinta sama lo! Bahkan gue rela lo bahagia sama seseorang yang menurut lo bisa bikin lo bahagia. Tapi kalau pilihan lo adalah dia, sory gue harus egois dengan ngebuat lo ga cinta sama dia lagi. Karena sampai kapanpun perasaan dia akan tetap untuk seseorang yang dia impikan sedari kecil." - Afreza Bayu Alverius *** Ini kisah tentang empat orang anak yang berjanji akan tetap bersama dan menjadi sahabat selamanya. Sebelum salah satu diantara mereka, yaitu Asyyfa harus meninggalkan kota kelahiran dan ketiga sahabatnya untuk sebuah harapan kebahagiaan di masa depan. Hingga saat memasuki masa SMA Asyyfa kembali untuk memulai kehidupan baru bersama sahabat - sahabatnya. Namun kenyataan yang ia dapatkan membuatnya menutupi identitas aslinya demi keutuhan persahabatan mereka. Dengan berpura - pura menjadi orang asing di kehidupan ke tiga sahabatnya, membuatnya terjebak dalam perasaan yang aneh. Akankah Asyyfa membongkar identitas aslinya demi perasaan anehnya pada seseorang itu? Atau justru ia harus tetap pada kepura - puraannya dan menepis segala rasa aneh itu? Lalu bagaimana dengan segala harapan yang dulu ia bangun saat ingin kembali lagi bersama ke 3 sahabatnya? Dan mampukah mereka bertiga menyadari jika sahabatnya telah kembali dalam hidup mereka?
(Not) A Dream School (On Going), écrit par AnggiPratiwi935
25 chapitres En cours d'écriture
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Capricorn, écrit par Baperterussss
11 chapitres En cours d'écriture
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
DRABIA [END] cover
Antara Cinta dan Persahabatan cover
TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi) cover
Heart to you.(END) cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
this is me cover
Capricorn cover
Maaf' (Revisi) cover
DeaSea  cover

DRABIA [END]

66 chapitres Terminé

"Lo siap sakit?" Dengan mantap Bia menjawab, "Aku siap! Apapun itu, aku bisa hadapi semuanya. Aku yakin kamu bisa sayang sama aku. Tinggal tunggu waktu." "Oke, gue mau jadi pacar lo." Drabia, gadis yang kerap dipanggil Bia. Dia gadis yang sangat tergila-gila dengan salah satu cowok di SMA Cendrawana. Alvin Addison namanya. Bia memaksa masuk ke dalam kehidupan Alvin meski ia tahu Alvin sendiri telah menyukai gadis lain. Saking gilanya Bia mengejar Alvin, menyebabkan laki-laki itu akhirnya muak hingga terpaksa memilih menerima Bia sebagai pacarnya. Gadis itu diberi kesempatan untuk membuat Alvin mencintainya. Tetapi, didalam perjuangannya itu tidaklah mudah. Bia harus menghadapi segala rintangan yang membuatnya harus ekstra bersabar. Tapi, sampai kapan Bia bisa bertahan? Apakah nantinya Alvin akan luluh dan mulai mencintai Bia? Atau malah Bia lebih memilih menyerah? ⚠️Banyak kata-kata kasar bertebaran! a teenfiction by iftitahnrrhmh__