Davizora "The Divination Girl"

Davizora "The Divination Girl"

  • WpView
    LECTURES 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., avr. 18, 2020
Azera Vander adalah gadis SMA yang pandai meramal. Banyak anak muda seusia nya diramal oleh Azera,namun sayangnya Azera tak dapat meramal dirinya sendiri. Hingga suatu saat,seorang lelaki dingin nan cuek datang membawa suasana baru bagi hati Azera. "Gue gak percaya gitu aja sih sama suatu ramalan." Ketus Davin Laksana. "Terus kenapa lo minta gue ramal? Aneh lo." "Tapi,kalo lo yang ngeramal gue percaya." #gadisperamal #lovestory
Tous Droits Réservés
#206
masasma
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DAVEN'S PROMISE
  • CINTA 'Gila' IZORA
  • DEVEN [SELESAI]
  • AURORA [END]
  • Devan Dan Devina [Completed]
  • To Chaos, to My Calm!
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • My AYY
  • Bad-Boy (Complete)

Daven Marvelio, laki-laki tampan dan dikenal cerdas disekolahnya. Jatuh cinta pada seorang gadis yang merupakan murid baru di Xafier School, Salwa retanea Queenza. Ketegasannya membuat Daven tertarik mendekatinya meski harus mendapat penolakan berturut-turut. "Gue janji selalu ada disamping lo, Wa." ucapnya Janji-janji Daven dipegang erat oleh Salwa, namun perjalanan dalam menepati janji tersebut tidak berjalanan mulus, banyak jalanan terjal harus mereka hadapi. Akankah Daven menepati janjinya? ataukah janji itu hanya omong kosong saja? .... Senyuman dua orang itu seketika luntur melihat apa yang ada dihadapan mereka. Genggaman erat itu perlahan terlepas, Salwa menoleh menatap lelaki yang masih memandang foto-foto yang terpajang rapi disana. Mata Salwa mulai berkaca-kaca bersamaan dengan Daven yang melepas satu persatu foto beserta surat yang ada disana. "Selamat menikmati bayang-bayang masa lalu kelam mu, Daven sayang," Kalimat terakhir yang tertulis pada selembar kertas tersebut cukup dapat Daven ketahui siapa pelakunya. Daven meremas kertas dan foto itu, ia mendekati Salwa yang telah berlinang air mata. Bahunya bergetar, napasnya terasa sesak melihat pemandangan tak layak dihadapannya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu